Belum Dikasih Judul
02/21/2008,Thursday 03:52
Assalamualaikum..
Wahyuddin..
Tolong jangan tanya apa-apa tentang keluargaku ya. Aku tidak mau mengingat-ingat tentang hal itu lagi. Yang perlu kamu tahu saat ini statusku sudah jadi duda. Kalau mungkin kamu ingin tahu lebih banyak silakan tanya ke si B saja, dia sudah aku ceritakan semuanya. Makasih atas pengertian kamu.Anto *nama disamarkan*
Pesan dari si Anto yg ditulis di atas secarik kertas itu tergeletak begitu saja di laci meja kerjaku di hari pertama aku bertugas di unit yg aku tempati saat ini. Setelah kubaca dengan seksama, aku hanya bisa mengangguk sambil berucap, "iya To, aku ngerti."
Selama beberapa jam setelahnya aku jadi kepikiran tentang hal itu. Aku belum lupa bagaimana Anto semasa kami kuliah beberapa tahun yg lalu selalu mengkampanyekan menikah di usia muda. Dengan semangat 45 dia meyakinkan aku bahwa menikah muda itu sangat ideal, bahwa menikah muda itu bisa menjadi benteng untuk mencegah kita dari hal-hal yg tidak diinginkan seperti yg banyak dilakukan anak-anak muda sekarang ini, bahwa dengan menikah muda masa depan anak-anak kita nantinya akan lebih bagus, dan sederet alasan lainnya. Dan benar saja, Anto berhasil mewujudkan keinginannya itu dengan menikah di usia 23 tahun. Betapa bahagianya dia. Dia berhasil memperistri seorang dokter yg berasal dari suku yg sama. Kebahagiaannya pun bertambah ketika kurang lebih setahun setelahnya dia dikaruniai seorang putri yg cantik dan lucu. Dia tidak pernah lupa untuk membagi kabar bahagia itu ke aku dan teman-teman yg lain. Aku pun ikut bahagia mendengarnya dan selalu membayangkan kapan aku bisa seperti dia.
Suatu waktu dia mutasi ke daerah lain. Komunikasi kami terhenti sama sekali. Hingga kurang lebih setahun setelahnya aku pun kena mutasi ke daerah yg sama. Pertama kali bertemu dia layaknya teman lama pertanyaan pertama yg terlontar dari mulutku adalah "bagaimana kabar keluarga?" Mendengar pertanyaanku rona mukanya agak berubah, "baik" jawabnya pendek dengan suara lemah. Aku merasa ada yg aneh dengan itu, tetapi aku tidak bertanya lebih lanjut karena dari raut mukanya aku tahu dia tidak menyukai pertanyaanku tadi. Setelah itu kami terpisah lagi karena kami ditempatkan di unit kerja yg berbeda. Nah, senin kemarin aku dipindahkan ke unit kerja yg sama dengan dia. Sebelum aku sempat bertanya apa-apa dia sudah meletakkan kertas berisi pesan itu di laci mejaku. Hatiku miris membaca rangkaian kata-kata di pesannya itu. Begitu cepatnya kebahagiaan itu terenggut dari kehidupannya. Dalam usia yg masih sangat muda, 26 tahun, dia sudah harus menyandang status itu.
Membaca pesan si Anto membuat aku kembali ragu untuk memikirkan masalah pernikahan. Dari segi usia yg sudah hampir mencapai 25 tahun sepertinya aku sudah cukup umur untuk melaksanakan salah satu sunnah Rasul itu. Penghasilan meskipun tidak terlalu besar tapi insya Allah cukup lah untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Tinggal niat ke arah itu yg belum mantap. Kadang keinginan itu begitu menggebu-gebu, namun dengan cepat pula berubah dan berpikir masih ingin menikmati kesendirian. Ditambah lagi mendengar cerita si Anto tadi rasa tidak mantap itu menjadi semakin bertambah. Membangun rumah tangga itu ternyata tidak mudah. Si Anto saja yg sebegitu mantapnya masih harus merasakan kegagalan, bagaimana dengan aku yg niatnya masih setengah-setengah.
Ah, aku hanya berharap semoga aku tidak menjadi bujang lapuk.









16 Responses to “Belum Dikasih Judul”
Nikah itu kan ibadah Yu, jadi gak usah takut. dijalanin aja, mudah2an kamu bisa melewati ombak2 kecil ataupun badai yg mungkin saja bisa melanda pernikahan....
gyahahaaa... padahal wahyu banyak yg nunggu...
*kekekekkk...*
hehe,
santai aja Yu,
klo emang uda waktunya pasti nikah kok
Benar kata Ayuk tuh Yu, nikah itu ibdahm jangan takut, kalau tiba waktunya ya jalani saja, jgn terlalu banyak dipikirkan, yang penting orang yang menjalani pernikahan itu bisa memegang komitmennya, susah dan senang dijalani berdua. Jangan melihat kegagalan orang lain , tiap2 orang punya pribadi yang berbeda *aku dan suami juga menikah muda kok, 24th*
setuju tuh kata mba ani (hehehe) hanya saja nikah itu membutuhkan komitmen. Nah, bagi yang belum benar2 siap jangan buru2... Pikirkan matang2 siapkan mental dan moral.... Baru menuju ke arah yang lebih serius
Nanti bila Wahyu ketemu orang yang tepat tentu keinginan yang setengah itu otomatis jadi penuh dan kuat.
(sok tahu
)
Bukannya cinta bikin sang pecinta ingin cepat memiliki orang yang dicintai - memiliki seutuhnya.. Betul tak?
hmmm, saya kok ngertiii banget ma pemikirannya sampean. Soale, saya juga punya pengalaman yg sama dg sampean, ada temen deket yg juga begitu.
Tp yaa... contoh gagal memang banyak. tp bukan berarti yg sukses ga ada kan yuu... :)
wew.. semoga bisa cepet2 nyusul temennya yah.. jgn lupa ngundang2
setiap manusia kan punya garis suratannya sendiri2 ... gak usah takut yu...tawakaltualallah.
Suamiku juga pas nikah ama aku dulu, usianya kayak kamu sekarang ini.
jd kapan nih mau undang2 kita :P
btw...nadine sekarang udah bisa ngomong dikit2...lucu deh yu...bawelnyaaa minta ampun...insyaAllah nanti bisa ketemu sama nadine yah
Terkadang ada saat2 dimana kita begitu menghindari atau takut dgn apa yg sangat kita inginkan. Itu wajar kok mas. Dan setiap manusia pasti pernah mengalaminya. Karena setiap sesuatu yg kita inginkan, pasti mempunyai rasa manis dan pahit.
Tapi yg paling penting adalah ada satu wanita yg saat ini menunggu lamaranmu.
Jadi jangan buat dia terus menanti dan gelisah karena keraguanmu untuk menikah. 


*
Ai rasa udah banyak loh mas yg "mengantri" untuk jadi calon istri mas yoed.
Karena ai yakin. saat ini dia pasti sedang merindukan seseorang yg bisa menjadi nahkoda untuk pelayarannya.
Believe it and run it.
Jadi? Ditunggu undangannya ya mas yoed.
*wah..plus pake uang transport dan penginapan ya mas
*Mas yoed tu aja nih, kalo bahas soal ginian, ai ga mungkin tahan untuk ga komen
*
owh, jadi itu toh yg bikin Ai ga tahan utk tidak komen,
kapan kapan buat juga ah..
ass.....,
way, stiap manusia kan beda2 jlnny, chayoo 'n pede aj lg klo mank da siap nikah. Justru dgn pngalaman tmn kmu itu kmu bs lbh bljr 'n mpersiapkan diri utk mhadapi kmgkinan2 yg bkl terjd. ok...
kak, knapa harus ragu sih?? Insya Allah kk pasti bisa... yaa.. jadi kapan nih?? kapan?? kapan nikahnya??? hehheh.. eitss.. tanya dulu: ma sapa tuh kak
pokoknya ditunggu kabar baiknya yaa Kak....
yang paling penting adalah kesiapan mental.. dari sma saya sudah merencanakan nikah muda.. sekarang si masih 17 tahun(kalo g lupa, soalnya saya merasa muda terus si
).. jadi kayaknya masih lama deh..
sekarang si masih konsen kul.. trus membangun aset2.. yang nantinya klo saya nikah, aset2 saya dah bisa ngasih passive income, jadi sepanjang hari saya bisa bersama istri saya.. ciee.. 
anda tanya cinta?? itu nomor sekian.. itu besok klo udah nikah jg tumbuh dgn sendirinya.. 
yang paling penting tu kualitas calon istri.. komunikasi sebelum nikah.. hub baek dengan calon mertua.. adanya penghasilan yang masuk tiap bulan.. kayaknya itu aja deh buat nikah.. setelah nikah.. cuma ada 1 syarat.. kesetiaan..
oiya.. thanx udah mampir di BLOG saya..
bujang lapuk? masih ada saya yang lebih tua..
scaffolding
scaffold
injection molding manufacturer
plastic injection molding
plastic parts
plastic closure
plastic cap
plastic bottle
plastic blow molding
plastic bucket
plastic pail
plastic jar
injection molding China
builder hardware
computer desk manufacturer
pull handle
door hinges
shower hinge
sofa manufacturer
replica
art painting
glass hardware